Rabu, 11 Maret 2015

Review Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Kisah Cinta Zainuddin & Hayati

Orientasi :
     Film Tenggelamnya kapal Van Der Wijk merupakan adaptasi dari Roman karya Buya Hamka yang diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Herjunot Ali sebagai Zainuddin, Pevita Pearce sebagai Hayati, Randy Danistha sebagai Muluk dan Reza Rahardian sebagai Aziz.
    
     Film yang disutradarai oleh Sunil Soraya ini mulai diputar di bioskop Indonesia pada tanggal 19 Desember 2013. Menurut Situs filmindonesia.or.id film arahan Sunil Soraya ini berhasil menduduki peringkat teratas sebagai film yang paling banyak ditonton sepanjang tahun 2013. Film ini menceritakan menceritakan tentang percintaan sepasang sekasih yang tidak berjalan lancar dikarenakan oleh perbedaan adat dan latar belakang sosial.

Tafsiran :
     Berlatar tahun 1930-an, dari tanah kelahirannya Makassar, Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju kampung halamannya di Padang Panjang dengan keinginan untuk menimba ilmu sekaligus mengunjungi tanah kelahiran ayahnya. Disana ia bertemu Hayati (Pevita Pearce) seorang gadis cantik jelita yang menjadi bunga di persukuannya.
     
     Kedua muda-mudi itu jatuh cinta. Pada akhirnya Zainuddin ditolak lamarannya oleh keluarga Hayati karena latar belakang sosial dan latar belakang yang tidak jelas. Hayati pun menikahi Aziz (Reza Rahardian) orang yang terpandang di Padang Panjang. Berkat dorongan Dari Mulu, Zainuddin memutuskan untuk bangkit dan berjuang, pergi ke tanah Jawa bersama Muluk. Karena bakat yang dimiliki oleh Zainuddin karya-karyanya di sukai ole banyak orang. Sampai akhirnya ia menjadi penulis terkenal. 
Tetapi peristiwa yang tidak diduga kembali menghampiri Zainuddin, ia bertemu Hayati dalam sebuah opera bersama suaminya Aziz. Hayati pun tak menduga bahwa buku-buku yang ia baca adalah karya dari Zainuddin. 
     
     Lalu rumah tangga Hayati kacau karena mendapat musibah berupa kemiskinan. Pada akhirnya sesudah suami Hayati meninggal, Hayati pulang ke kampung halamannya dengan menaiki kapal Van Der Wijk. Di tengah-tengah perjalanannya, kapal Van Der Wijk yang dinaiki oleh Hayati tenggelam.Tidak seperti karya Buya Hamka  Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, dalam karya Dibawah Lindungan Ka'bah memberi
kan latar tempat di Mekkah dan Deli.



Evaluasi :
     Film berdurasi 165 menit ini meyuguhkan artistik dan properti ala tahun 1930-an yang terkesan berbau modern, kurang meyakinkan untuk mendukung suasana 1930-an. Tak cukup sekedar mobil kuno yang masih mengkilat, dan latar Batavia juga mengambil seadanya dari kota tua

Rangkuman :
     Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi dapat disimpulkan bahwa film ini memiliki daya tarik dari segi pembicaraan/dialog, dan menonjolkan kesan percintaan yang cenderung disukai oleh kebanyakan orang, dan gaya dialog tergolong jaman dulu atau puitis menjadi penghibur utama para penonton.




Tugas Bahasa Indonesia 
*Diambil dari berbagai sumber