Selasa, 07 April 2015

Review Film 7 Misi Rahasia Sophie

 Teka-Teki Sophie


Orientasi
  Film 7 Misi Rahasia Sophie adalah sebuah film yang bertemakan komedi romantis. Film yang dirilis pada 6 februari 2014 ini disutradai oleh Billy Christian. Selain Film 7 Misi Rahasia Sophie Billy Christian juga sudah membuat banyak karya seperti The Legend Of Trio Macan dan Kampung Zombie yang dirilis tahun ini. Film ini juga dibintangi oleh Alisia Rininta sebagai Sophie, Stefan William sebagai Marko, dan Pamela Bowie sebagai Immel.


Tafsiran Isi
  Era kini, sosial media jadi begitu penting. Eksistensi bukan lagi hanya di dunia nyata, tapi juga dunia maya. Sophie (Alisia Rininta), salah satu di antaranya. Dia kerap mengunggah "Tips of The Day" ke Youtube. Sophie punya sahabat, Marko (Stefan William) yang dingin dan tertutup. Berbeda dengan Sophie yang ceria. Sophie pribadi yang hangat. Ia suka mengamati para penghuni di apartemennya. Diantaranya, seorang Oma (Ambar Soedarno) dan cucunya, Imel (Pamela Bowie).

Sophie (Alisia Rininta) kerap mengunggah "Tips of The Day" ke youtube. Sophie punya sahabat, Marko (Stefan William) yang dingin dan tertutup. Berbeda dengan Sophie yang ceria dan suka mengamati penghuni di apartemennya. Di antaranya, Oma (Ambar Soedarno) dan cucunya Imel (Pamela Bowie). Sophie tinggal bersama Papa (Bucek) dan Mamanya (Wulan Guritno), serta dua adik perempuannya (Khansa Athaya dan Marsha Beby Clarissa). Sedangkan Marko, tinggal berdua dengan Mamanya (Roewina Sahertian), karena Mamanya telah bercerai dengan suaminya (Gary Iskak). Marko suka meledek, bahwa Sophie serta orang-orang yang eksis di dunia maya sebagai orang yang egois dan narsis
  Marko suka meledek, bahwa Sophie serta orang-orang yang eksis di dunia maya sebagai orang yang egois dan narsis. Karena apapun yang mereka lakukan pada dasarnya; "it's all about me". Hal ini membuat Sophie gusar.

  Hingga suatu hari, Sophie mengajak Marko melakukan suatu misi. Lewat misi itu, Sophie ingin membantah kalau orang yang mengunggah video mereka ke youtube adalah orang yang egois atau narsis. Dan Sophie menamainya 7 Misi Rahasia Sophie yang isinya membantu dan peduli dengan orang di sekitar mereka. Lalu video itu diunggah ke YouTube. Makin lama, Marko merasa ada sesuatu di balik itu semua. Ia mempertanyakan mengapa ia menamai 7 misi rahasia, mengapa tidak 8 atau 9.

Copy and WIN :
http://ow.ly/KNICZ
Selalu ada alasan tersembunyi, bagi setiap perempuan sehubungan dengan angka. Begitu juga dengan Sophie.


  Ada kesamaan obsesi yang menyatukan Nomura (Kazuki Kitamura) dari Killers dengan Sophie (Alisia Rininta) yang mewakili 7 Misi Rahasia Sophie: keduanya gemar mendokumentasikan aktivitas yang dirasa masing-masing penting lewat kamera genggam, lalu mengunggahnya di situs penyedia video. Ketika sang pria dari film sebelah lebih suka memetik popularitas dan kebahagiaan melalui brutalitas, maka Sophie memanfaatkan YouTube sebagai sarana untuk menyebar sebanyak mungkin manfaat bagi para pengakses dunia maya. 
  
  Pada awalnya, apa yang diunggah oleh Sophie tak lebih dari sekadar tips-tips yang biasanya dapat dengan mudah Anda jumpai melalui tabloid perempuan mingguan. Namun setelah sang sahabat, Marko, melontarkan pernyataan sinis seputar manusia yang mengabdikan hidupnya di dunia unggah dan unduh, Sophie pun merombak total isi kanal yang diasuhnya dengan tujuan untuk membantah pernyataan dari Marko.

Evaluasi
  Film berdurasi 95 menit ini memiliki kekurangan yaitu film ini memiliki ending yang kurang jelas. Pada film ini menjelaskan pada akhirnya Sophie sakit dan akhirnya meninggal karena suatu penyakit tetapi penyakit tersebut tidak dijelaskan dalam film tersebut.

Rangkuman
  Dari review diatas dapat disimpulkan bahwa dari film tersebut kita dapat mengetahui jalan cerita dan struktur dari film tersebut. Dan dari film 7 Misi Rahasia Sophie kita dapat mengambil pelajaran yaitu berupa kebaikan bisa dilakukan dimana saja.

Rabu, 11 Maret 2015

Review Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Kisah Cinta Zainuddin & Hayati

Orientasi :
     Film Tenggelamnya kapal Van Der Wijk merupakan adaptasi dari Roman karya Buya Hamka yang diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Herjunot Ali sebagai Zainuddin, Pevita Pearce sebagai Hayati, Randy Danistha sebagai Muluk dan Reza Rahardian sebagai Aziz.
    
     Film yang disutradarai oleh Sunil Soraya ini mulai diputar di bioskop Indonesia pada tanggal 19 Desember 2013. Menurut Situs filmindonesia.or.id film arahan Sunil Soraya ini berhasil menduduki peringkat teratas sebagai film yang paling banyak ditonton sepanjang tahun 2013. Film ini menceritakan menceritakan tentang percintaan sepasang sekasih yang tidak berjalan lancar dikarenakan oleh perbedaan adat dan latar belakang sosial.

Tafsiran :
     Berlatar tahun 1930-an, dari tanah kelahirannya Makassar, Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju kampung halamannya di Padang Panjang dengan keinginan untuk menimba ilmu sekaligus mengunjungi tanah kelahiran ayahnya. Disana ia bertemu Hayati (Pevita Pearce) seorang gadis cantik jelita yang menjadi bunga di persukuannya.
     
     Kedua muda-mudi itu jatuh cinta. Pada akhirnya Zainuddin ditolak lamarannya oleh keluarga Hayati karena latar belakang sosial dan latar belakang yang tidak jelas. Hayati pun menikahi Aziz (Reza Rahardian) orang yang terpandang di Padang Panjang. Berkat dorongan Dari Mulu, Zainuddin memutuskan untuk bangkit dan berjuang, pergi ke tanah Jawa bersama Muluk. Karena bakat yang dimiliki oleh Zainuddin karya-karyanya di sukai ole banyak orang. Sampai akhirnya ia menjadi penulis terkenal. 
Tetapi peristiwa yang tidak diduga kembali menghampiri Zainuddin, ia bertemu Hayati dalam sebuah opera bersama suaminya Aziz. Hayati pun tak menduga bahwa buku-buku yang ia baca adalah karya dari Zainuddin. 
     
     Lalu rumah tangga Hayati kacau karena mendapat musibah berupa kemiskinan. Pada akhirnya sesudah suami Hayati meninggal, Hayati pulang ke kampung halamannya dengan menaiki kapal Van Der Wijk. Di tengah-tengah perjalanannya, kapal Van Der Wijk yang dinaiki oleh Hayati tenggelam.Tidak seperti karya Buya Hamka  Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, dalam karya Dibawah Lindungan Ka'bah memberi
kan latar tempat di Mekkah dan Deli.



Evaluasi :
     Film berdurasi 165 menit ini meyuguhkan artistik dan properti ala tahun 1930-an yang terkesan berbau modern, kurang meyakinkan untuk mendukung suasana 1930-an. Tak cukup sekedar mobil kuno yang masih mengkilat, dan latar Batavia juga mengambil seadanya dari kota tua

Rangkuman :
     Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi dapat disimpulkan bahwa film ini memiliki daya tarik dari segi pembicaraan/dialog, dan menonjolkan kesan percintaan yang cenderung disukai oleh kebanyakan orang, dan gaya dialog tergolong jaman dulu atau puitis menjadi penghibur utama para penonton.




Tugas Bahasa Indonesia 
*Diambil dari berbagai sumber